Bantu Hara Jaga Situ Gede

Rp 887.158
telah terkumpul dari Rp 200.000.000
5 DonaturHingga 28 September 2026

Tentang Campaign

Di Situ Gede, ada satu orang melawan sampah, asap, apati, dan gentrifikasi.

Sejak 2013, dia sudah mengumpulkan 2,8 ton sampah.

18db96f1-e3ee-45b7-b7c8-111b2ff0f07b.jpeg

Pada Bulan Ramadhan 2023, Hara mengumpulkan 300kg sampah di Situ Gede dalam 10 hari hingga Ia jatuh sakit. Setiap hari ketika Hara keluar dari rumah, ia selalu membawa alat capitnya untuk mengambil sampah apapun yang Ia lihat. Di antara rumput dan semak, ada botol plastik, kantong, dan abu sisa pembakaran. Untuk banyak orang itu sudah biasa. Untuk Hara itu tugas harian.

Sehari-hari itulah yang Hara lakukan karena sampah di Situ Gede tidak berujung musnah dan selalu tidak pada tempatnya. Dulu, ia bukan hanya mengumpulkan sampah. Ia mengajari anak-anak kampung cara mendayung sambil membersihkan sampah yang ada. Mereka tertawa saat perahu menyapu genangan plastik. Mereka belajar kerja tim. Hari pembersihan menjadi hari yang dinanti. Sekolah kecil di tepi danau jadi tempat berkumpul.

Hara mendapatkan perahu itu bukan karena jabatan atau bantuan besar. Perahu dipinjamkan oleh sebuah organisasi. Ada 10 perahu. Itu cukup untuk menjangkau titik-titik yang selama ini sulit dijangkau dari darat. Perahu itu memberi Hara kekuatan. Perahu itu memberi anak-anak ruang untuk melakukan aktivitas positif.

Di pemukiman warga sekitar Situ Gede, banyak sekali hal-hal negatif seperti rokok, minuman, kegiatan asusila, dll. Ia juga telah membangun barrier dari galon dan jerigen untuk mencegah sampah dari aliran masuk Situ Gede untuk mencapai seluruh danau. Jadi kalau kamu lihat foto-foto Situ Gede bersih, Ia tidak akan bersih tanpa ada Hara.

3b095735-ff00-4a8c-bd5f-a818a8eb0b2d.jpeg

Kemudian perahu-perahu itu hilang. Bukan karena cuaca. Bukan karena pencurian. Mereka ditarik kembali karena urusan internal di organisasi pemberi pinjaman. Alasan resmi berbeda-beda. Yang dirasakan Hara hanyalah kehampaan.

Anak-anak datang ke danau dengan harap. Mereka bertanya, “Kapan kita dayung lagi?”

Hara menatap, menahan perih. Ia hanya punya tongkat dan karung. Tongkat tidak bisa menahan rapuhnya harapan.

Kehilangan perahu bukan sekadar kehilangan alat. Ia memecah ekosistem kecil yang selama ini menahan gelombang masalah. Tanpa kegiatan rutin, beberapa anak terjerumus ke kebiasaan warga sekitar. Yang tadinya berlatih mendayung sekarang seolah tidak ada arah hidup. Ada yang mulai merokok, ada yang nongkrong sampai larut, ada yang mencoba hal-hal lebih berbahaya.

Komunitas yang semula membangun disiplin kini rapuh. Hara melihat perubahan itu seperti melihat sampah yang mengapung di permukaan: lambat, mengganggu, berpotensi menenggelamkan lebih banyak hal jika tidak ditangani.

Latar Hara bukan kebetulan. Orang tuanya akademisi lingkungan dengan gelar tinggi. Ia kecil belajar sebagian masa sekolah dasar di Australia. Di sana ia melihat kota yang bersih. Pulang ke Indonesia ia kaget. Di Australia masalahnya besar dan institusional. Di sini, katanya, ia bisa “melakukan sesuatu yang nyata” — sesuatu yang bisa dilihat dan diukur. “It’s cathartic,” ia bilang. Mungkin itulah mengapa Ia tidak menyerah hingga saat ini — memang itu panggilan hidupnya.

Rumah Hara menempel di pinggir danau yang di seberangnya ada hutan. Seharusnya udara di sana sangat segar. Tetapi asap pembakaran sampah menyusup ke dalam rumah. Ibu Hara kini didiagnosa infeksi paru. Dokter bilang asap memburuk kondisinya.

1339aa14-5a65-4059-a129-2d0b608a7640.jpeg

Hara menahan marah yang bukan marah biasa. Ia marah saat warga membakar sampah. Ia marah saat mengetahui ternyata pihak yang seharusnya bertugas menjaga lingkungan malah melakukan pembakaran. Ia marah karena melihat institusi yang besar seringkali melakukan hal-hal berbahaya sambil mengaku melakukan kebaikan.

c2ffa512-aeeb-4882-b6d1-3186d56c39f7.jpeg

“They should've been the keepers of peace, but they burn the trash. They betrayed me,” ucapnya dengan keras.

c1ca3aa2-c341-4457-b686-56bcc67b0bf1.jpeg

“Evil is institutionalized, good is unorganized,” katanya.

45e1d0d3-95cd-4efd-8321-e46b0de111bb.jpeg

Itulah kenyataannya. Hara adalah seorang prajurit solo yang berusaha melawan berbagai masalah institusional. Hara bukan pahlawan yang mencari sorotan. Ia tidak ingin nama besar di depan. Ia ingin perahu yang bisa dipakai dan anak-anak yang kembali punya rutinitas positif. Ia ingin udara yang tidak lagi menggorok paru ibu-ibu di kampung.

Ia ingin, sedikit sederhana, agar sampah tidak lagi menjadi alasan anak-anak untuk abai pada masa depan mereka.

Visi Hara

Tahap pertama, gunakan perahu untuk bersihkan benar-benar Situ Gede sampai tidak lagi tampak sampah mengapung. Lalu, angkat anak-anak dari kemiskinan dengan pelatihan mendayung sampai tingkat kompetitif. Mimpi Hara adalah melihat atlet paddling dari kampungnya berlaga di level nasional atau lebih tinggi. Setelah itu, ia ingin mengubah Situ Gede menjadi ekowisata yang mensejahterakan warga lokal dan melipatgandakan gerakan pembersihan.

“Kalau semua itu selesai, seperti matador, saya akan cari tantangan selanjutnya,” ujarnya setengah tersenyum.

Masalah yang Dihadapi

  • Tidak ada perahu dan equipment untuk pembersihan sampah
  • Pembakaran sampah yang merusak udara dan kesehatan warga
  • Minimnya kegiatan positif untuk anak-anak, risiko delinkuensi meningkat
  • Kurangnya akses perahu dan alat membuat pembersihan tidak efektif
  • Tidak ada infrastruktur dasar untuk menampung dan memilah sampah

Rencana Aksi (Apa yang Akan Kami Lakukan)

  • Kembalikan 10 perahu Custom Slalom K1 untuk operasi pembersihan dan pelatihan anak
  • Pasang jaring inlet untuk menghentikan sampah masuk ke danau
  • Jalankan program edukasi & Paddle Club mingguan untuk anak dan warga
  • Sediakan perlengkapan pembersihan (sarung tangan, karung, rake, pelampung, dayung)
  • Bangun clubhouse kecil di halaman Hara untuk penyimpanan perahu dan ruang kegiatan
  • Dana awal untuk trash repository tahap awal (penyimpanan & pemilahan)
  • Monitoring berkala dan laporan transparan kepada donor tiap bulan
a156a4cc-95cd-4ae6-a8d1-c985942b74f6.jpeg

Hara sudah berjuang sendirian selama 10 tahun lebih. Tapi Ia tidak harus sendiri selamanya.

Mari bantu EcoRanger kita!

----------------------------------------------------

Dana dikelola oleh Greeneration Foundation.

Bukti penerimaan dan laporan pengeluaran akan dipublikasikan setiap bulan.

Segala bentuk update/berita akan kami informasikan kepada seluruh donatur melalui informasi kontak yang diinput ketika berdonasi di platform ini.

Apabila kamu berdonasi sebesar Rp10 juta atau setara dengan 1 perahu, kamu berhak untuk memberikan branding/signature pada perahu tersebut.

Kabar Campaign

250 Kg Sampah & Armada Baru Situ Gede

5oHbSyaJFQQ3xWWL.jpeg

Program pengadaan kapal di Situ Gede terus berlanjut dengan penyaluran dana tahap kedua yang diiringi aksi langsung di lapangan. Kali ini, Hara, masyarakat sekitar, dan rekan-rekan Greeneration Foundation turun bersama untuk melakukan clean up kawasan Situ Gede menghasilkan hampir 250 kg sampah yang berhasil diangkat dari danau dan sekitarnya.

5dLuX9BsyD_8HSYH1.jpeg
WJ9j7y2d8SmKrBS0.jpeg

Sampah yang terkumpul tidak sekadar dibuang, melainkan dikelola melalui sistem pengelolaan terpadu berbasis ekonomi sirkular. Sampah anorganik diarahkan untuk didaur ulang, sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot Black Soldier Fly (BSF), sementara sampah residu dikelola menggunakan pendekatan Refuse-Derived Fuel (RDF).

_IlkYhwftDsqAkgr1.jpeg

Pada tahap ini, dana donasi digunakan untuk menambah armada kapal, melengkapi perlengkapan kebersihan danau, serta membangun equipment storage atau rak penyimpanan kapal bertingkat berlindung atap yang juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan pelampung dan perlengkapan keselamatan lainnya. Dengan adanya storage ini, kapal terlindung dari cuaca, usia pakainya lebih panjang, dan seluruh perlengkapan operasional tersimpan di satu tempat siap digunakan kapan saja.

4DEiKT76PZUmT_4i1.jpeg

Dengan tersedianya fasilitas yang lebih lengkap, aktivitas rutin di Situ Gede kini bisa berjalan lebih terorganisir, baik untuk aksi kebersihan maupun program edukasi mendayung bagi anak-anak di sekitar kawasan.

uFhscZwsnJ7AHpQ3.jpeg

Upaya menjaga dan merawat Situ Gede masih terus berjalan. Masih banyak yang perlu diwujudkan dari pengadaan kapal yang belum terpenuhi, pemasangan jaring inlet, hingga pembangunan clubhouse. Dukungan berkelanjutan dari Generasi Hijau akan sangat berarti bagi Hara dan masyarakat Situ Gede.

Situ Berkah & 3 Kapal Pertama Hara

Program pengadaan kapal di Situ Gede terus menunjukkan perkembangan melalui kegiatan bertajuk Situ Berkah & Makan Berkah Zero Waste (MBZ) yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian kawasan danau sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat sekitar.

Dalam rangkaian kegiatan ini, tiga unit paddle boat mulai dihadirkan untuk mendukung aktivitas di Situ Gede. Bersama masyarakat dan relawan, aksi clean up kawasan Situ Gede juga dilakukan dengan total 183 kg sampah berhasil terkelola.

1f8c1beb-961a-4948-b6e7-6eb08a5c8ff5.jpeg

Dengan pemilahan sampah sejak awal, sampah yang terkumpul dikelola melalui sistem pengelolaan terpadu berbasis ekonomi sirkular. Sampah anorganik diarahkan untuk didaur ulang, sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot Black Soldier Fly (BSF), sementara sampah residu dikelola menggunakan pendekatan Refuse-Derived Fuel (RDF).

Kegiatan turut melibatkan anak-anak melalui sesi edukasi pengelolaan sampah organik serta aktivitas melukis tote bag bertema lingkungan sebagai cara mengenalkan kepedulian lingkungan sejak dini.

32ada8af-0876-40d0-81b7-d169c07306c0.jpeg

Menjelang Ramadhan, rangkaian kegiatan ditutup dengan tradisi cucurak atau makan bersama masyarakat setempat dengan konsep zero waste, di mana sisa makanan dikelola kembali melalui proses kompos dan penggunaan peralatan makan ramah lingkungan.

71e28127-6936-410a-a3f2-e138fb0b7d08.jpeg

Rangkaian Situ Berkah menjadi langkah nyata dalam mendukung pengelolaan Situ Gede yang lebih berkelanjutan tidak hanya melalui penyediaan fasilitas, tetapi juga melalui aksi bersama dan keterlibatan masyarakat.

Upaya menjaga dan merawat Situ Gede masih terus berjalan. Dukungan berkelanjutan akan membantu menghadirkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.